penetration.
Pada tahap ini, seorang hacker mengambil alih sistem setelah memperoleh informasi-informasi yang dibutuhkan. bisa jadi hacker masuk tidak dengan hak administrator, tetapi mampu menyerang resource sehingga akhirnya mendapatkan hak akses administrator.
bisa dikatakan, jika hacker sampai masuk ke dalam tahap ini, berarti telah melewati pintu terpenting pertahanan sistem, sayangnya, terkadang jebolannya pintu keamanan ini diakibatkan oleh kelalaian sistem itu sendiri. contohnya penggunaan password yang lemah dan mudah ditebak, kesalahan pemrograman yang mengakibatkan terbukanya serangan dari luar. karena itu, selain melakukan konfigurasi sistem dan jaringan yang baik, pengamanan dari sisi pemrograman juga sangat vital. contohnya pada sisi server terhadap parameter input dari luar.
PILFER…
Dengan memperoleh kontrol penuh terhadap sistem, hacker leluasa untuk melakukan apa yang dikehendakinya, seperti mengambil data yang confidential, baik dalam bentuk text file, database, dokumen, e-mail, dan lain sebagainya.
EXPANSION
Tidak hanya dengan menyusup pada suatu sistem, hacker dapat memperluas penyusupanya dengan memasuki sistem atau jaringan yang lain. dalam tahap ini seorang hacker melakukan lagi proses reconnaissance, scanning, dan enumeration dengan target sistem yang lain.
HOUSEKEEPING
Hacker yang cerdik akan meninggal korban tanpa meninggalkan pesan, pada umumnya sistem mencatat event-event penting yang terjadi ke dalam log file yang dapat mendeteksi keberadaan hacker.
dengan melakukan proses yang sering dikenal dengan sebutan covering track, hacker berusaha menghapus jejaknya dengan bersih.
walau tidak meninggalkan pesan, tetapi mungkin saja hacker pergi dengan meninggalkan kesan, yaitu sebuah backdoor atau jalan belakang untuk masuk kedalan sistem lagi! Backdoor dapat dibuat agar hacker masih dapat menyusup masuk walaupun jalur sebelumnya telah tertutup. backdoor dapat diciptakan dengan membuat user yang memiliki kontrol penuh terhadap sistem.